Stuffs

Recovery Proyek Renovasi yang Mangkrak

Baru aja kemarin selesai melakukan renovasi rumah tinggal, dan mungkin melewati salah satu proses yang paling bikin sakit kepala karena kebanyakan drama. Dan semua berawal dari memilih kontraktor yang kurang tepat.

Dan seperti hal-nya project management IT, recovery proyek konstruksi bisa jadi tidak jauh berbeda. Kita akan fokus ke 3 hal yang paling penting yaitu Budget, Timeline, dan Output. Tapi sebelum kita fokus ke recovery, ada baiknya kita fokus dulu ke kontraktor sebelumnya yang pekerjaannya tidak maksimal.

Seperti yang sudah ditulis di post sebelumnya, kontraktor bangunan gw menghilang begitu saja tanpa kabar sama sekali. Meninggalkan banyak pekerjaan yang belum selesai, tanpa sama sekali menunjukkan itikad baik.

Oleh karena itu selain fokus ke recovery, gw juga fokus ke konsekuensi untuk kontraktor supaya ada efek jera dan tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi untuk customer yang lain.

Okay lanjut, terkait budgeting tentunya lumayan bikin kepala pusing karena sekarang harus mikirin budget buat melanjutkan pekerjaan dari kontraktor. Dan pertama yang gw lakukan adalah inventarisasi apa pekerjaan yang sudah selesai, yang selesai namun tidak sempurna, dan apa yang sama sekali belum dilakukan oleh kontraktor sebelumnya.

Setelah selesai inventarisasi, selanjutnya adalah cari kontraktor baru atau pekerja bangunan (tukang) yang terpercaya dan bisa diandalkan untuk melanjutkan pekerjaan ini. Untungnya gw punya kenalan tukang harian yang sudah lama bantu di rumah gw. Gw minta beliau untuk melanjutkan pekerjaan yang berantakan, sekaligus minta hitung estimasi budget berapa. Budgeting menjadi sangat dinamis karena banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan dengan rate tukang yang harian. Selain dari budgeting tukang, yang harus dihitung juga adalah budgeting untuk material. Terutama untuk pekerjaan finishing seperti granite lantai dan kitchen set.

Estimasi timeline juga perlu dilakukan untuk menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang ditinggalkan oleh kontraktor. Dari estimasi awal, kontraktor untuk butuh waktu 2 bulan untuk mengerjakan pekerjaan sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati. Namun karena kontraktor menghilang begitu saja, timeline pekerjaan bisa jadi molor sangat jauh dari rencana awal. Sehingga dari rencana awal 2 bulan, bisa molor menjadi 9 bulan hahaa.

Untuk output pekerjaan juga menjadi sangat melebar, apalagi dikarenakan banyak referensi dari Instagram dan banyak inspirasi karena sering jalan-jalan ke toko bahan bangunan. Yang tadinya renovasi sederhana untuk 1 lantai saja, bisa berubah menjadi renovasi total semua bagian rumah. Namun pastikan juga bahwa pekerjaan yang diinginkan, sesuai dengan budget dan timeline yang dimiliki.

Overall, budget dan timeline untuk recovery dan finishing malah lebih besar daripada budget dan timeline yang yang diestimasikan oleh kontraktor sebelumnya. Contohnya adalah budget untuk finishing ternyata bisa hampir dua kali lipat dibandingkan budget struktur fisik, itu pun belum menghitung biaya untuk furniture dan peralatan elektronik lain seperti AC atau Kulkas.

Kesimpulan.
Always have backup plan, and backup plan for your backup plan. Selalu miliki cadangan budget yang bisa digunakan apabila terjadi “force majeur” atau kendala ketika implementasi, serta spare waktu yang agak lumayan. Apalagi jika bekerjasama dengan kontraktor yang belum punya nama atau reputasi. Usahakan juga untuk punya “advisor” atau orang yang bisa dipercaya untuk mengawal jalannya project, terutama apabila memiliki limitasi knowledge tentang konstruksi.

Pengalaman Bekerjasama dengan Arture Living untuk Pekerjaan Konstruksi Rumah

Dalam beberapa bulan terakhir, kami mengalami kekecewaan yang sangat besar terhadap kinerja dan hasil pekerjaan kontraktor bangunan yang kami percayakan, yaitu Arture Living, untuk menyelesaikan proyek pembangunan. Kami merasa penting untuk menyampaikan kronologis ini secara terbuka, dengan harapan dapat menjadi feedback bagi kontraktor tersebut serta pihak lain yang mungkin sedang mencari jasa kontraktor.

Intro

Awalnya tertarik untuk menggunakan jasa Arture Living dikarenakan kontraktor ini terlihat memiliki portofolio yang cukup bagus di akun instagramnya, yaitu @arture.building. Websitenya juga terlihat menarik (artureliving.com) dan juga berbadan usaha resmi (CV. SHANDY MEGAH PERSADA) dengan CEO Andi Shandy Putra. Bahkan kami sempat survei ke lokasi kantor Arture Living di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kronologis

Proyek pembangunan dimulai pada 9 Mei 2024 dengan harapan selesai pada 15 Juli 2024, namun hingga kini proyek masih belum selesai juga. Berikut kronologi keluhan terhadap kinerja dan kualitas hasil kerja kontraktor bangunan yang menangani proyek ini. Walaupun ada pasal Wanprestasi di dalam kontrak, namun kontraktor sepertinya tidak terlalu memperdulikan itu.

9 Mei 2024 – Permintaan Biaya Tambahan
Kontraktor mengajukan biaya tambahan sebesar Rp 10 juta di luar estimasi awal. Biaya ini disebut untuk material tambahan dan pekerjaan ekstra yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek seperti yang dijelaskan oleh team marketing kontraktor yaitu ibu Mawaddah Isna. Kami merasa bahwa biaya ini tidak transparan dan meminta rincian lebih lanjut, dan hingga kini belum mendapatkan penjelasan yang memadai. Namun kami tetap berikan dengan harapan bahwa pekerjaan bisa diselesaikan dengan lancar dengan menggunakan material terbaik.

9 Mei 2024 – Mulai Proyek
Pada tanggal ini, kontraktor memulai pekerjaan dengan melakukan persiapan lokasi, pembongkaran, pembersihan, dan pengukuran awal.

16 Mei 2024 – Penggunaan Rumah Saya Sebagai Content Social Media
Satu hal yang mengagetkan adalah penggunaan rumah saya sebagai bahan promosi pada social media kontraktor, tanpa meminta izin sama sekali. Dan hal ini terjadi tidak hanya sekali.

14 Juli 2024 – Masalah Penggantian Tenaga Kerja
Memasuki bulan Juli, kami mulai melihat adanya masalah terkait pekerja di lapangan. Pelaksana dan pekerja di lapangan terus berganti beberapa kali sehingga mengakibatkan proses konstruksi tidak berjalan secepat yang dijanjikan. Kami pun melihat handover dan transisi dari pekerja yang lama ke yang baru, tidak berjalan dengan cepat sehingga kami harus berkali-kali menjelaskan ke pekerja di lapangan.

15 Juli 2024 – Proyek Melewati Tenggat Waktu
Pada tanggal ini, proyek seharusnya selesai sesuai kontrak, namun progres proyek tidak menggembirakan. Kami mengajukan keluhan kepada kontraktor, meminta penjelasan atas keterlambatan tersebut. Kontraktor menjanjikan penyelesaian dalam 30 hari tambahan.

2 September 2024 – Penarikan Tukang dari Construction Site
Kontraktor menarik semua tukang dari pekerjaan konstruksi saya dengan alasan team sekarang fokus ke proses pembuatan railing. Keputusan yang agak aneh karena harusnya proses pembuatan railing dilakukan secara parallel dengan pembangunan dan kondisi di lapangan adalah belum semua pekerjaan selesai dengan baik.

22 Oktober 2024 – Keluhan Resmi dan Permintaan Penyelesaian
Kami mengirimkan keluhan resmi kepada kontraktor untuk menuntut penyelesaian proyek dengan standar yang telah disepakati. Kami menekankan perlunya perbaikan di berbagai bagian bangunan, terutama terkait kualitas plesteran dinding, pengecatan ulang, dan pemasangan railing tangga dan void seperti yang sudah dijanjikan. Kami akhirnya bertemu dengan Project Manager dari kontraktor, yaitu Satriya Pujakesuma dan Quality Control yaitu Bayu Krasita Samudra setelah komplain keras, namun mereka berdua tidak mampu memberikan solusi apa-apa dan hanya menawarkan 10meter railing dari 20meter railing yang dijanjikan di RAB.

11 November 2024 – Tidak Ada Tanggapan dari Kontraktor
Hingga tanggal ini, kami belum menerima tanggapan memadai dari kontraktor terkait keluhan yang disampaikan. Proyek masih belum selesai dan belum ada kejelasan kapan penyelesaian dapat dilakukan.

Kesimpulan
Bagi siapa pun yang sedang mempertimbangkan untuk menggunakan jasa kontraktor, pastikan untuk melakukan penelitian yang mendalam, memeriksa reputasi, jangan langsung percaya dengan portfolio di social media, dan meminta referensi dari klien sebelumnya agar tidak mengalami hal yang sama.

Berikut adalah bukti foto dari pekerjaan kontraktor,

Kebocoran di Dak

Rumah saya dijadikan content social media

Atap spandek tertiup angin

Atap dan plafon jatuh padahal belum ada 6bulan

Railing tangga dan void yang belum terpasang sama sekali, tidak sesuai dengan yang dijanjikan

Keretakan pada tembok padahal baru dicat

Scan WhatsApp Web’s QR Code while Having a Bad Rear Camera

This thing just happen to me like 5minutes ago, suddenly my WhatsApp web is logged off and i need to do a device link by using a QR code generated by WhatsApp web on my mobile phone.

But heres the problem, my phone have a very bad rear camera. It’s unable to stay focus on the QR code thus making me unable to login.

Workaround is quite simple, i just need to zoomout on my browser (press ctrl and “-” sign) and put my mobile phone camera close to the monitor until finally my WhatsApp mobile able to read the QR code perfectly.

Weird, but somehow it works lol.

Download A Compressed Attachment (Zip, Rar or 7Z) on GMail

I want to download a compressed file that i’ve sent several years ago, but somehow google disabled it, and gives an “anti virus warning”. And it happen for all my email with compressed attachments files, such as .zip, .rar and also .7z.

compressed download

Well, the workaround is quite simple, im opening my email using my Android GMail client , and then save my attachment to Google Drive.

7zip

From Google Drive, i can easily download my attachment freely.
google drive

Hopefully it can help other people. 😀

How to Extract SRT (Subtitle File) From MKV Movie File on Windows

Ive just download a very good, and a highly recommended anime, Digimon Adventure Tri. It can play well on my laptop, but when i put it on my TV, somehow the subtitle is gone. I notice that it happen because the srt got burn inside the video file.

After browsing for a while, i found out that i can extract my srt using MKVToolNix tools. I downloaded it, and using one of its tools, mkvextract.exe, i can extract the subtitles i wanted from my mkv files.

But first, make sure you use mkvinfo.exe to check your mkv information.

C:\Program Files\MKVToolNix>mkvinfo.exe 
        "C:\Users\edw\Downloads\[HorribleSubs] Digimon Adventure tri - 01 [1080p].mkv"

And find track id for subtitles.

| + A track
|  + Track number: 3 (track ID for mkvmerge & mkvextract: 2)
|  + Track UID: 3
|  + Track type: subtitles
|  + Lacing flag: 0
|  + Codec ID: S_TEXT/ASS
|  + CodecPrivate, length 1934

In this scenario, my subtitle track id is 2 and subtitle format is .ass

Okay, whit that information, i can start to extracting my subtitle file.

C:\MKVToolNix>mkvextract tracks 
        "C:\Users\edw\Downloads\[HorribleSubs] Digimon Adventure tri - 01 [1080p].mkv" 
        2:"E:mysubtitle.ass"

It will extract subtitle from “Digimon Adventure tri – 04 [1080p].mkv” and put the subtitle on E:\ with named mysubtitle.ass. You can convert .ass file into .srt file easily using online converter tools.