Pengalaman Bekerjasama dengan Arture Living untuk Pekerjaan Konstruksi Rumah

Dalam beberapa bulan terakhir, kami mengalami kekecewaan yang sangat besar terhadap kinerja dan hasil pekerjaan kontraktor bangunan yang kami percayakan, yaitu Arture Living, untuk menyelesaikan proyek pembangunan. Kami merasa penting untuk menyampaikan kronologis ini secara terbuka, dengan harapan dapat menjadi feedback bagi kontraktor tersebut serta pihak lain yang mungkin sedang mencari jasa kontraktor.

Intro

Awalnya tertarik untuk menggunakan jasa Arture Living dikarenakan kontraktor ini terlihat memiliki portofolio yang cukup bagus di akun instagramnya, yaitu @arture.building. Websitenya juga terlihat menarik (artureliving.com) dan juga berbadan usaha resmi (CV. SHANDY MEGAH PERSADA) dengan CEO Andi Shandy Putra. Bahkan kami sempat survei ke lokasi kantor Arture Living di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kronologis

Proyek pembangunan dimulai pada 9 Mei 2024 dengan harapan selesai pada 15 Juli 2024, namun hingga kini proyek masih belum selesai juga. Berikut kronologi keluhan terhadap kinerja dan kualitas hasil kerja kontraktor bangunan yang menangani proyek ini. Walaupun ada pasal Wanprestasi di dalam kontrak, namun kontraktor sepertinya tidak terlalu memperdulikan itu.

9 Mei 2024 – Permintaan Biaya Tambahan
Kontraktor mengajukan biaya tambahan sebesar Rp 10 juta di luar estimasi awal. Biaya ini disebut untuk material tambahan dan pekerjaan ekstra yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek seperti yang dijelaskan oleh team marketing kontraktor yaitu ibu Mawaddah Isna. Kami merasa bahwa biaya ini tidak transparan dan meminta rincian lebih lanjut, dan hingga kini belum mendapatkan penjelasan yang memadai. Namun kami tetap berikan dengan harapan bahwa pekerjaan bisa diselesaikan dengan lancar dengan menggunakan material terbaik.

9 Mei 2024 – Mulai Proyek
Pada tanggal ini, kontraktor memulai pekerjaan dengan melakukan persiapan lokasi, pembongkaran, pembersihan, dan pengukuran awal.

16 Mei 2024 – Penggunaan Rumah Saya Sebagai Content Social Media
Satu hal yang mengagetkan adalah penggunaan rumah saya sebagai bahan promosi pada social media kontraktor, tanpa meminta izin sama sekali. Dan hal ini terjadi tidak hanya sekali.

14 Juli 2024 – Masalah Penggantian Tenaga Kerja
Memasuki bulan Juli, kami mulai melihat adanya masalah terkait pekerja di lapangan. Pelaksana dan pekerja di lapangan terus berganti beberapa kali sehingga mengakibatkan proses konstruksi tidak berjalan secepat yang dijanjikan. Kami pun melihat handover dan transisi dari pekerja yang lama ke yang baru, tidak berjalan dengan cepat sehingga kami harus berkali-kali menjelaskan ke pekerja di lapangan.

15 Juli 2024 – Proyek Melewati Tenggat Waktu
Pada tanggal ini, proyek seharusnya selesai sesuai kontrak, namun progres proyek tidak menggembirakan. Kami mengajukan keluhan kepada kontraktor, meminta penjelasan atas keterlambatan tersebut. Kontraktor menjanjikan penyelesaian dalam 30 hari tambahan.

2 September 2024 – Penarikan Tukang dari Construction Site
Kontraktor menarik semua tukang dari pekerjaan konstruksi saya dengan alasan team sekarang fokus ke proses pembuatan railing. Keputusan yang agak aneh karena harusnya proses pembuatan railing dilakukan secara parallel dengan pembangunan dan kondisi di lapangan adalah belum semua pekerjaan selesai dengan baik.

22 Oktober 2024 – Keluhan Resmi dan Permintaan Penyelesaian
Kami mengirimkan keluhan resmi kepada kontraktor untuk menuntut penyelesaian proyek dengan standar yang telah disepakati. Kami menekankan perlunya perbaikan di berbagai bagian bangunan, terutama terkait kualitas plesteran dinding, pengecatan ulang, dan pemasangan railing tangga dan void seperti yang sudah dijanjikan. Kami akhirnya bertemu dengan Project Manager dari kontraktor, yaitu Satriya Pujakesuma dan Quality Control yaitu Bayu Krasita Samudra setelah komplain keras, namun mereka berdua tidak mampu memberikan solusi apa-apa dan hanya menawarkan 10meter railing dari 20meter railing yang dijanjikan di RAB.

11 November 2024 – Tidak Ada Tanggapan dari Kontraktor
Hingga tanggal ini, kami belum menerima tanggapan memadai dari kontraktor terkait keluhan yang disampaikan. Proyek masih belum selesai dan belum ada kejelasan kapan penyelesaian dapat dilakukan.

Kesimpulan
Bagi siapa pun yang sedang mempertimbangkan untuk menggunakan jasa kontraktor, pastikan untuk melakukan penelitian yang mendalam, memeriksa reputasi, jangan langsung percaya dengan portfolio di social media, dan meminta referensi dari klien sebelumnya agar tidak mengalami hal yang sama.

Berikut adalah bukti foto dari pekerjaan kontraktor,

Kebocoran di Dak

Rumah saya dijadikan content social media

Atap spandek tertiup angin

Atap dan plafon jatuh padahal belum ada 6bulan

Railing tangga dan void yang belum terpasang sama sekali, tidak sesuai dengan yang dijanjikan

Keretakan pada tembok padahal baru dicat

Leave a Comment

Your email address will not be published.